Daily Archives: September 21, 2013

Kurang Tidur? Anda Mesti Baca !

Kurang Tidur? Anda Mesti Baca!
Oleh: Anthony Dio Martin

Di bulan Oktober 2009, dunia, khususnya di India, terkejut. Seorang pebisnis terkemuka CEO (Chief Operating Officer) perusahaan SAP di India, Ranjan Das, meninggal dunia dalam usia yang sangat muda 42 tahun. Soal meninggal, mungkin itu sudah biasa dan mungkin saja memang takdirnya. Tetapi menariknya, penyelidikan menunjukkan bahwa meninggalnya Ranjan Das ada hubungannya dengan soal tidur. Bahkan, dalam acaranya TV terkenal India yakni “Boss Day’s Out” yang masih bisa diakses hingga sekarang, Ranjan Das bercerita soal dirinya yang merasa kurang tidur.Rata-rata, ia hanya tidur sekitar 4 hingga 5 jam sehari. Padahal, Ranjan Das memperhatikan pola makan dan juga soal olah raga rutin. Nah, seberapa pentingnya tidur, bagi fisik dan EQ (kecerdasan emosi Anda)? Mari kita simak!

Pertama, dari sisi kesehatan. Beberapa data ini diambil dari para ahli kardiologi di Singapura. Ternyata, kurangnya tidur yakni 5 jam atau kurang menyebabkan peningatan tekanan darah hingga 350% atau 500% dibandingkan dengan mereka yang tidurnya 6 jam tiap malam. Padahal, seperti kita ketahui, tingginya tekanan darah, bisa membunuh Anda! Penelitian lebih lanjut juga membuktikan bahwa orang muda (25-49 tahun) yang kurang tidur, berpeluang terkena serangan jantung. Riset lainnya juga menunjukkan bahwa mereka yang tidurnya kurang dari 5 jam, berpeluang terkena serangan jantung tiga kali lebih besar! Dan dalam sebuah publikasi tahun 2004 dikatakan bahwa semalam kekurangan tidur saja, menyebabkan beberapa zat beracun dalam tubuh meningkat drastis seperti Interleukin-6 (IL-6), Tumour Necrosis Factor-Alpha (TNF-alpha) dan C-reactive protein (cRP). Padahal, kelebihan zat inilah penyebab utama kanker, arthritis serta penyakit jantung.

Kedua, dari sisi emosi. Pada bulan Oktober 2007, Live Science mempublikasikan hasil penelitian yang dilakukan oleh Matthew Walker, seorang neuroscientist dari University of California di Berkeley yang terkait dengan urusan tidur serta emosi. Apa yang dilakukan? Mereka membagi dua kelompok orang, yang tidurnya cukup serta yang tidurnya sengaja diganggu. Lantas, mereka kemudian menunjukkan pada kedua kelompok ini beberapa puluh gambar, mulai dari gambar biasa hingga gambar yang memancing emosi seperti korban serangan hiu hingga tubuh yang dimutilasi. Sementara itu, reaksi emosi mereka discan pula dengan menggunakan functional magnetic resonance imaging (fMRI). Hasilnya, cukup menarik. 60% dari mereka yang kurang tidur, reaksi emosinya menjadi lebih tidak stabil dan tidak terkendali. Selain itu, bagian pre-frontal korteks yakni bagian otak yang berurusan dengan penalaran emosi, juga tidak berfungsi optimal pada mereka yang kekurangan tidur. Secara umum, kemudian disimpulkan bahwa mereka yang kekurangan tidur, cenderung lebih gampang mudah terpicu emosinya. Lagipula, mereka yang kurang tidurpun menjadi lebih sulit bergembira dan penalarannya kurang optimal lantaran bagian korteks yang mengatur emosi, bekerja lebih sulit.

Apa Pelajarannya?
Inti pembelajarannya sederhana yakni tidurlah yang cukup. Tidur yang cukup berarti 6 jam atau lebih. Dan untuk mengetahui apakah Anda tidurnya cukup atau kurang, salh satu indicator yang kuat adalah dengan menggunakan Epworth Sleepiness Scale ini. Ada 8 pertanyaan penting sebagai indicator bagi Anda. Cobalah perhatikan, apakah Anda gampang tertidur dan mengantuk pada 8 situasi ini: (1) Saat duduk dan membaca; (2) Saat nonton TV; (3) Sat duduk-duduk di rungan public (nonton film,dll); (4) Saat duduk sejam di mobil; (5) Saat duduk-duduk santai di sore hari; (6) Saat duduk dan ngobrol dengan seseorang; (7) Saat duduk tenang sendirian setelah makan siang; (8) Saat di mobil duduk sejenak menunggu sesuatu (misalkan tunggu orang atau lampu lalu lintas). Jika Anda punya 3 hal yang Anda jawab dengan kata YA, maka manurut skala ini, sudah saatnya Anda mulai harus mempertikan jam tidur Anda!

Mulai sekarang, janganlah menjadi orang yang terlalu bergembira ketika Anda bisa terus-menerus bekerja tanpa tidur ataupun tanpa istirahat sama sekali. Hasil penelitian di atas telah menunjukkan bahwa hal tersebut tidak saja berdampak buruk bagi fisik Anda tetapi juga kecerdasan emosi (EQ) Anda. Tak mengherankan, jika di dunia barat ada istilah bahwa tatkala seseorang marah-marah, maka ia dikatakan “ia tidur di sisi yang sala” (sleeping on the wrong side). Jadi, sejak dulu orang suda tahuada pengaruh tidur terhadap kualitas emosi seseorang. Dan sebenarnya tidak dibutuhkan riset ataupun penelitian canggih untuk membuktikan bahwa, kurangnya tidur Anda, tidak saja berdampak buruk bagi fisik Anda tapi juga mengganggu emosi Anda. Anda sudah sering merasakannya sendiri!

Anthony Dio Martin
Trainer, Inspirator, Penulis buku-buku Bestseller

5 Cara Untuk Melatih Anda jadi Pemimpin yang Lebih Baik

5 Cara Untuk Melatih Anda jadi Pemimpin yang Lebih Baik:

Leader

Anda dilahirkan untuk menjadi pemimpin. Tinggal soal bagaimana anda dapat memposisikan diri dengan tepat pada keadaan-keadaan tertentu. Masalahnya, hal seperti ini membutuhkan kebiasaan-kebiasaan yang perlu dilatih. Ada sejumlah aturan tidak tertulis jika kita bicara soal bagaimana melatih kebiasaan kita sebagai pemimpin yang baik. Nah, berikut kami tulis 5 di antaranya:

1. Selalu menepati janji.

Jangan pernah membuat janji yang Anda sendiri tidak yakin dapat ditepati. Sebab tidak ada yang sanggup membunuh sebuah kredibilitas dengan cepat dibandingkan janji yang dilanggar atau harapan yang tidak terpenuhi. Kadang-kadang menepati sebuah janji memang menantang. Namun, jika anda dapat terus melatih komitmen anda, maka disiplin dan integritas anda akan ikut berkembang.

2. Berpakaian untuk mempengaruhi.

Jangan berpakaian untuk mengesankan, namun berpakaianlah untuk mempengaruhi. Artinya penampilan sehari-hari anda harus konsisten dengan citra personal maupun profesional anda.

3. Perlakukan tim sebagaimana Anda inginkan mereka memperlakukan pelanggan.

Menjadi pemimpin bukan berarti sebuah free pass agar anda dapat berlaku seenaknya. Cara Anda memperlakukan tim anda akan jadi barometer bagi pelayanan mereka. Maka jika anda ingin tim Anda sopan kepada pelanggan, dukung tim anda dengan penuh kesopanan.

4. Tampilkan komitmen untuk tumbuh.

Ketika Anda dan tim Anda bisa tumbuh dengan baik, begitu pula dengan tingkat pelayanan, efisiensi operasional dan segala sesuatu yang lainnya. Contohnya seperti yang diterapkan pada Suncoast Coffee Service & Vending. Sang founder senantiasa menyuplai karyawannya dengan buku-buku yang dapat memberi nilai tambah pada kehidupan pribadi dan profesional mereka. Karyawannya diberi $50 untuk setiap buku yang selesai dibacanya. Di akhir bulan, karyawan bertemu untuk membahas buku-buku motivasi. Inilah yang disebut komitmen untuk berkembang.

5. Haus Feedback.

Beberapa orang yang antipati terhadap feedback / umpan balik, menganggap setiap umpan balik yang mereka terima sebagai kritik, akan melewatkan kesempatan untuk belajar dari umpan balik tersebut. Padahal umpan balik tidak selalu datang setiap saat. Maka, daripada menunggu karyawan anda, anda dapat berinisiatif untuk memulai percakapan dengan pertanyaan, “Menurutmu, apa yang bisa kulakukan untuk menjadi pemimpin yang lebih baik?”

Jadi, Manakah tindakan yang sudah anda lakukan?

“Pemimpin” adalah mereka yang senantiasa punya inisiatif untuk menantang diri mereka agar menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Sedangkan “memimpin” berkaitan erat dengan apa yang Anda perbuat, bukan apa yang anda ketahui. Maka jika anda ingin memimpin dengan baik, gunakan pengetahuan yang telah anda dapatkan dari menantang diri anda ke dalam tindakan yang nyata.
http://mediabisnisonline.com/5-cara-untuk-melatih-anda-jadi-pemimpin-yang-baik/