Mau ngapain lagi ya ?

P#106: Mau Ngapain Lagi Ya? 
Hore!
Hari Baru, Teman-teman.
 
Jika ada orang yang mengatakan ‘Mau ngapain lagi ya?’ konotasinya positif atau negatif?
  Bergantung konteksnya ya. Jika disampaikan oleh orang-orang yang merasa karirnya sudah mentok ya kurang bagus. Dikatakan oleh orang yang sudah menjelang pensiun ya netral. Dan kalau dikatakan oleh orang antusias yang baru saja menyelesaikan tugasnya, maka itu bernada positif.
 Kenapa positif? Karena orang antusias ini tidak mau berhenti hanya karena dia telah menyelesaikan tugasnya. Dia akan mencari hal lain untuk ditanganinya. Sehingga proses berkarya serta bertumbuh kembangnya nyaris tiada henti. Makanya, hasil karya mereka terus mengalir nyaris tidak ada habis-habisnya. Lalu, bagaimana dengan kelompok pertama yang merasa mentok itu? Dan bagaimana dengan yang merasa sudah terlalu tua dalam penantian tanggal pensiunnya?
 
Sekitar setengah tahun lalu saya membeli jamur ragi kombucha. Itu loh, ragi yang melakukan fermentasi sehingga teh manis berubah menjadi cairan asam yang banyak memiliki kandungan nutrisi menyegarkan. Selama dalam wadah itu masih ada kandungan gulanya, ragi itu terus sibuk bekerja. Mengubah gula menjadi berbagai macam zat hasil fermentasinya. Maka supaya ragi itu terus bekerja, kita mesti rutin ‘panen’ setiap 2 atau 3 minggu sekali, lalu memasukkan kembali air gula kedalamnya. Jamur itu, akan dengan senang hati bekerja. Bekerja. Dan terus bekerja.
 
Seperti kita juga. Kehidupan karir kita justru semakin seru ketika banyak hal yang bisa kita kerjakan. Makin banyak hal yang bisa kita selesaikan, rasanya kita semakin berguna. Semakin berharga bagi perusahaan. Makin banyak diberi kepercayaan, makin kerasa diri kita dianggap penting. Kita justru semakin bersemangat saat mengerjakan tugas-tugas yang kita emban kan? Kita, akan dengan senang hati bekerja. Bekerja. Dan terus bekerja.
 
Biasalah, kalau punya barang baru kan kita antusias sekali. Tapi lama-kelamaan, segalanya menjadi biasa saja. Akhirnya toples gallon kombucha itu pun ‘terlupakan’ hingga berbulan-bulan. Anda bisa membayangkan betapa membosankannya hidup jamur itu, karena selama berbulan-bulan pula tidak memiliki hal menantang yang mesti dikerjakan. Seperti kita yang tidak lagi diberi kepercayaan yang berbobot. Padahal kita yakin bahwa kita mampu mengemban amanah itu. Tapi apa daya, managemen malah mempercayakannya kepada orang lain. Saya membayangkan jamur itu sekarang merasa sedang disepelekan. Mungkin dia merasa saya sia-siakan. Yaa.. seperti halnya orang-orang yang merasa disia-siakan oleh perusahaan.
  
 
Tibalah saatnya saya meluangkan waktu untuk jamur itu. Saat hendak mencicipi airnya, saya terpesona. Karena toples itu punya 7 lapisan jamur kombucha. Padahal, sebelumnya hanya ada 6 lapis. Rupanya, ada satu lapisan jamur ragi kombucha yang tumbuh dibagian atasnya. Nah, sifat ini yang agak berbeda dengan kita para manusia. Kita, jika diabaikan oleh perusahaan; biasanya mutung. Merasa tidak dihargai. Kemudian bekerja antara ogah dan butuh. Maka wajar, jika kualitas pribadi kita bukannya tumbuh. Malah mengkerut hingga menjadi kerdil.
 
Kombucha ternyata tidak begitu loh. Ketika dia diabaikan. Tidak disuplai lagi dengan air gula yang rasanya manis itu, dia tidak mutung seperti kita. Padahal, Anda tahu kan rasanya air hasil fermentasi selama berbulan-bulan? Shhhh… asem ban-gets!. Seperti asemnya lingkungan kerja kita yang sudah terlalu lama diabaikan. Tanpa suplai air gula lagi, kombucha itu tidak bisa melakukan fermentasi lagi. Nggak berdaya dia. Seperti kita yang sering tidak berdaya ketika perusahaan melucuti kewenangan kita. Begitulah teorinya. Dan teori itu, tidak berlaku buat jamur ragi kombucha.
 
Alih-alih memilih mutung dalam suasana yang serba ‘asem’ itu, jamur kombucha memilih untuk ‘menumbuhkan’ dan mengembangkan dirinya. Sehingga sekarang, jumlah lapisannya semakin bertambah. Lapisan itu, seperti ‘tingkatan’ ilmu atau keahlian pada manusia. Ilmu kita bertambah. Keterampilan kerja kita bertambah. Kedewasaan jiwa dan kematangan pribadi kita bertambah. Itu jika kita meniru sifat kombucha. Sayangnya, kebanyakan manusia memilih jalan sebaliknya. Kemampuan mereka justru menurun ketika ditempatkan pada situasi yang ‘asem’. Kematangan emosinya terganggu ketika dihadapkan pada situasi yang tidak disukainya. Jadi jelek deh pokoknya kita. Orang yang dulunya bagus juga menjadi jelek pula. Lihat saja disekitar Anda; betapa banyaknya orang yang jaman dulu bagus, sekarang sudah tidak mutu lagi kan?
 
Jadi sahabatku, tidak ada ceritanya lagi kita kebingungan tentang ‘apa lagi yang mesti kita lakukan’. Karena kita tidak akan pernah kekurangan tantangan untuk kita selesaikan. Dan kita, tidak akan pernah kekurangan kegiatan untuk kita
  jalani selama hari-hari kita. Apakah kita berada dalam situasi yang serba manis seperti ragi kombucha yang baru disiram air gula. Atau kita berada dalam situasi yang serba asem, seperti ragi kombucha yang terendam air hasil fermentasinya. Kita masih bisa melakukan banyak hal kok. Bahkan dalam diam pun, kita bisa menyelesaikan sesuatu; jika kita mengisi diam itu dengan karya. Bukankah banyak gagasan dan pemikiran bagus yang lahir ketika kita sedang menyepi sendiri? Sungguh. Kita tidak mungkin berhenti berkarya, jika sadar bahwa detik demi detik dalam hidup kita berisi banyak hal yang bisa kita lakukan.
 
Barangkali pesan inilah yang sedang diajarkan oleh ragi kombucha kepada kita. Pengajaran yang sejalan dengan firman Tuhan dalam surah 94 (Al-Insyirah) ayat ke-7.
“Faidzaa Faraghta,” demikian Allah berfirman.
“Fan-shab.” Demikian lanjutNya.
“Apabila sudah menyelesaikan suatu pekerjaan,” demikian artinya.
“Maka bekerjalah untuk menyelesaikan urusan lainnya.” Menyelesaikan suatu urusan, lalu berpindah kepada urusan lainnya. Itulah yang membuat hidup kita tetap bernilai. Selamanya. Karena selama hidup ini, kita tidak pernah berhenti berkarya. Jadi, mau ngapain lagi ya? Banyak.
Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 4 Desember 2013
Author, Trainer, and Professional Public Speaker
Penulis Novel “DING and HER GOKIL PAPA!”DK: 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D
 
Catatan Kaki:Jika kita masih suka bingung mau ngapain lagi ya, maka mungkin kita belum benar-benar sadar bahwa hidup kita; dikelilingi oleh sedemikian banyaknya tantangan dan kesempatan yang bisa kita selesaikan. Hingga hidup kita, berarti selamanya.
 
Ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman?  Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/ 
Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

 
Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
www.dadangkadarusman.com
Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him @ 0812 19899 737 or Ms. Vivi @ 0812 1040 3327 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *