Monthly Archives: February 2014

Hidup bertetangga

Anda kenal sama tetangga sebelah rumah nggak? Bagus loh kalau masih saling kenal. Di Jakarta, cukup banyak yang tidak mengenal tetangganya. Sekedar tahu siapa namanya aja nggak.

Ada yang lebih parah lagi. Tetangga yang saling bersebelahan rumah saling membenci. Betapa tidak enaknya kalau kita tidak akur dengan tetangga kan.

Di kampung dulu, tidak sulit untuk mengenal, bersilaturahim, dan saling membantu dengan tetangga.
Di metropolitan, ternyata nggak sesederhana itu.

Padahal tetangga itu posisinya lebih dekat dari keluarga kita sendiri. Jika tidak saling menjaga, siapa lagi? Minimal saling menghargailah ya kan. Namun, dikota besar; hal seperti itu pun kayaknya sudah sesulit mencari jarum kecemplung sumur.

Bahkan ada yang tidak peduli jika aktivitasnya menganggu tetangganya. Misalnya, saya pernah menegur orang yang ‘memperbaiki’ mesin mobilnya jam 4 pagi. Raungan injakan gasnya merdu sekali.

Saya berani menegur lebih karena tugas sebagai perangkat RT RW. Setelah tidak menjabat lagi, saya tidak selalu memiliki kemampuan untuk itu.

Kadang-kadang, kita tidak menyadari pula jika ulah kitalah yang mengganggu tetangga. Baru sadar setelah ada yang mengingatkan. Namun sejauh yang saya tahu, mengingatkan pun bukan tugas mudah. Karena sebagian orang malah tersinggung saat diingatkan.

Saling mengingatkan hanya bisa berjalan jika kita berbesar hati. Mau mengerti. Dan bersedia mawas diri. Jika tidak juga nggak maksa sih. Tapi, perlu kita sadari bahwa; konsekuensinya tidaklah ringan.

Rasulullah SAW bersabda; “Tidak akan masuk sorga seseorang, apabila tetangganya merasa terganggu oleh tingkah lakunya.”

Bagaimana jika tetangga kita yang mengganggu? Kalau sudah diingatkan masih begitu, yang penting dijaga saja jangan sampai kita yang terhalang masuk sorga karena kita balas mengganggu mereka.

Syariatnya; mengadukan masalahnya kepada Allah. Ikhtiarnya, meminta bantuan pengurus RT untuk memfasilitasi penyelesaiannya.

Tahun ini kantor Anda mengadakan training kan ya? Berani mengusulkan
untuk mengundang DEKA sebagai trainernya? Call me at 0812 198 99 737 or
Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Author, Trainer, Public Speaker

P#119: Biar Didengar Oleh Boss Besar

P#119: Biar Didengar Oleh Boss Besar

Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Apakah Anda bisa berkomunikasi secara leluasa dengan atasan Anda? Maksud saya bukan dengan supervisor atau manager Anda. Tapi dengan boss besar di perusahaan Anda. Kalau dengan atasan langsung mah kan memang setiap hari ketemu, dan setiap hari juga ada urusan dengannya. Boss besar Anda itu, kan jarang ketemu tuch. Kalau pas ketemu dengan beliau; bisa nggak Anda berkomunikasi dengan beliau?

Yang lebih saya soroti bukan soal prosedur atau terbatasnya waktu untuk ketemu boss. Tapi, yang paling penting buat kita pelajari adalah bagaimana caranya secara mental kita siap untuk berkomunikasi dengan boss. Kebanyakan karyawan yang saya perhatikan ya pada gemetaran kalau mesti ngomong sama boss. Ide yang semula penuh dikepalanya eh tiba-tiba hilang begitu saja.

Sekarang, saya ingin mengajak Anda untuk melatih diri agar bisa berkomunikasi secara baik dengan boss Anda. Tentu, dengan cara yang tidak merendahkan harga diri Anda. Kita mesti belajar supaya boss besar tertarik untuk bicara dengan kita. Melalui cara bicara yang baik. Dan dengan isi atau kualitas pembicaraan yang layak didengar oleh para pemimpin perusahaan. Jika Anda ingin lebih didengar oleh boss besar, saya ajak Anda memahami dan mempraktekkan 5 aspek Natural Intelligence (NatIn) berikut ini:

Pertama menata sikap mental. Banyak orang yang keder kalau berhadapan dengan boss. Kita, tidak boleh begitu. Kita wajib menghormati boss, bukan takut kepadanya. Dengan sikap mental yang menghormati tapi tidak takut itu, maka kita tidak akan grogi lagi kalau berhadapan dengan boss besar.

Kedua, bersikap proaktif. Jangan terlampau mengharap boss akan mendatangi Anda mas brow. Kemungkinan beliau terlampau sibuk. Boleh jadi malah nggak kenal Anda sama sekali. Andalah yang mesti secara proaktif memperkenalkan diri. Bukan dengan bersalaman sambil menyebutkan nama Anda. Tapi dengan gagasan-gagasan yang berkualitas tinggi.

Ketiga, menjaga kesantunan. Bicara sama teman kos, bisa suka-suka deh. Tapi bicara dengan orang penting, tidak bisa disamakan caranya dengan saat berinteraksi dengan teman main kartu kan. Mereka orang-orang berkelas, dan bertata karma. Mereka dilatih menggunakan etika. Itu yang namanya kesantunan kan. Maka kita pun mesti belajar etika berkomunikasi yang baik. Supaya kehadiran kita ‘satu frekuensi’ dengannya.

Keempat, membicarakan hal yang berbobot. Tanggungjawab boss itu tentu lebih besar daripada karyawan lainnya. Maka focus utama beliau tentu berkaitan dengan bagaimana mengemban tanggungjawab itu secara lebih baik. Kita, perlu belajar melihat aspek mana yang bisa dilakukan untuk membantunya mengemban amanah itu. Jika kita punya ide yang benar-benar bisa menyokongnya, kemungkinan besar beliau akan tertarik untuk mendengar. Karena itulah yang menjadikan pembicaraan kita berbobot.

Kelima, befokus pada solusi. Kalau Anda didatangi orang hanya untuk menyampaikan masalah-masalahnya, Anda pasti tidak senang kan. Kecuali yang curhat itu gebetan. Kalau kita datang kepada boss besar hanya untuk bicara soal masalah atau kekurangan-kekurangan di kantor; kira-kira, boss besar mau dengar nggak? Gak bakal men!. Beda kalau kita datang dengan solusi yang kita tawarkan. Inti masalahnya sama, tapi ketika membicarakannya; kita memberi solusinya. Keren abis itu namanya.

Gampang kan? Gampang sih kalau ngomong doang mah ya. Tak masalah, sih kalau sekarang kita baru sampai ditahap ‘ngomong doang’ alias teori thok. Tapi jangan berhenti disini saja dong. Latih kemampuan komunikasi dengan boss itu. Dan pastikan Anda menguasai ke-5 aspek diatas. Kalau saya, sudah mempraktekkan hal itu saat bekerja belasan tahun lalu. Hasilnya? Hmmmmhh…lezat banget deh. Anda buktikan saja sendiri ya. In sya Allah. Anda akan lebih didengar oleh boss besar. Dan peluang karir Anda pun semakin terbuka lebar.

Kantor Anda akan mengadakan training ya? Berani mengusulkan untuk mengundang DEKA menjadi trainernya? Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 03 February 2014
Author, Trainer, and Professional Public Speaker
Penulis Novel “DING and HER GOKIL PAPA!”
DK: 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D

Mengembalikan Energi

Hari sudah menjelang malam. Ada yang sudah sampai di rumah. Ada yang masih dikantor. Dan ada yang manyun ditengah kemacetan. Bahkan ada pula yang masih ‘bergelantungan’ didalam kereta komuter yang penuh sesak.

Percayalah. Saya pernah merasakan semua itu. Seperti teman-teman sesama pejuang kehidupan. Begitulah romantika para pekerja kan.

Pertanyaannya adalah; apa yang kita dapatkan setelah lelah bekerja seharian? Pertanyaan klise. Tapi itulah pertanyaan yang sering diajukan oleh jiwa-jiwa hampa para pekerja.

Hampa saya bilang. Karena hanya ketika tengah merasa hampa saja kita mempertanyakan itu kan. Saat jiwa kita terisi dengan keyakinan, kepuasan, rasa senang; kita tidak tertarik mempertanyakannya.

Padahal penghasilan kita, sama saja pada saat jiwa sedang hampa maupun bahagia kan. Ya segitu-gitu juga. Jadi artinya, bukan berapa angkannya dong jika demikian. Selama ‘angka’-nya wajar, maka kita tidak perlu cemaskan.

Saat kita tidak cemas, hati kita tenteram. Perasaan kita tenang. Sekalipun ‘angka’ yang kita bawa pulang sama. Maka kesimpulannya teman, sekarang kita tidak punya alasan untuk merasakan kehampaan setelah bekerja seharian.

Karena kehampaan yang kita masukkan kedalam hati hanya akan menambah beban saja. Alhamdulillah saja, kita sudah menjalani hari ini. Ada kurang dan lebihnya tentu saja.

Tapi sudahlah. Entaskan sejenak. Lalu biarkan tubuh dan jiwa ini menjalani malam sunyi. Untuk mengumpulkan kembali energi. Agar besok hari, kita bisa berkarya lebih baik lagi. Selamat beristirahat sahabat.

Kantor Anda akan mengadakan training ya? Berani mengusulkan untuk mengundang DEKA menjadi trainernya? Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Author, Trainer, and Public Speaker