Monthly Archives: March 2014

Dadang Kadarusman (DEKA) – Kualitas Unit Kerja Itu Cerminan Pemimpinnya

Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Baik buruknya suatu unit kerja menggambarkan baik atau buruknya kualitas kepemimpinan di unit kerja tersebut. Anda sependapat soal itu? Jika Anda anak buah, tentu mudah bagi Anda untuk sependapat dengan saya. Tapi, kalau Anda yang menjadi pemimpin di unit kerja itu, belum tentu sepakat kan? Anda bisa saja bilang bahwa kinerja unit kerja disitu ditentukan oleh anak buah juga. Kan mereka pelaksananya. Bagus, jika prinsip seperti ini berlaku juga pada saat unit kerja sedang baik. Bukan hanya sedang buruk saja. Jangan cuman saat team buruk aja menunjuk anak buah. Saat bagus juga kan?

Kenapa demikian? Karena ada indikasi yang menunjukkan bahwa banyak atasan yang masih doyan mengambil kredit atau pujian atas prestasi bagus yang di raih unit kerjanya, namun ogah memasang badan saat unit kerja itu mengalami masa-masa sulit. Kalau soal yang bagus-bagus, diklaimnya sendiri. Kalau soal yang jelek-jelek, dilemparkanlah seolah-olah akibat ulah anak buah. Yang kayak gini nih, mental atasan yang mesti diperbaiki. Kita, nggak pantas lagi punya sifat seperti itu.

Tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan kita sebagai pemimpin sangat menentukan kinerja team itu. Tanpa keberadaan kita, mungkin unit kerja itu tidak akan bisa sesukses itu. Memang mesti begitu kan? Karena, itu menandakan bahwa kita memang diperlukan disitu. Jika kehadiran kita tidak ada pengaruhnya, buat apa kita dibayar jadi boss disitu kan? Kita ada disana untuk memberikan perbedaan bermakna. Jika bukan kita pemimpinnya, kinerja mereka seperti apa? Lalu, saat kita memimpin mereka; bisa lebih baikkah segala sesuatunya? Inilah alasan mengapa kita menjadi pemimpin disana.

Kita tahu persis bahwa, pencapaian unit kerja kita merupakan akumulasi dari keseluruhan potensi yang didayagunakan. Kata ‘keseluruhan’ itu mengandung makna ‘komprehensif’. Artinya ‘siapapun dan apapun’ yang menjadi sumber-sumber kekuatan unit kerja itu mesti bisa didayagunakan secara optimal. Dan, urusan mendayagunakan secara optimal ini tidak bisa dilakukan secara individual. Tidak bisa dilakukan oleh anak buah kita secara parsial. Ini hanya bisa diorganisir dan dimobilisir oleh seseorang sehingga terbangun harmoni dan sinergi. Orang itu adalah kita, pemimpinnya.

Anda punya unit kerja yang terdiri dari orang-orang hebat misalnya. Tidak akan otomatis hebat juga unit kerja itu, sebelum setiap kehebatan orang-orang yang ada didalamnya diaktualisasikan dalam bentuk kinerja nyata. Fakta menunjukkan bahwa banyak sekali orang yang punya potensi diri atau kemampuan yang tinggi, tapi cara kerja mereka sama sekali tidak menunjukkan keunggulan itu. Mereka butuh seseorang yang memfasilitasi proses mendayagunakan potensi diri itu. Dan orang itu adalah kita, pemimpin mereka.

Kalau potensi diri setiap anggota team kita sudah diaktualisasikan juga tidak akan otomatis efektif, jika masing-masing berjalan sendiri-sendiri dan egosentrik. Perhatikan sekelompok orang pintar, terampil dan berpengangalam. Kalau urusan pekerjaan teknis memang mereka hebat. Tapi, soal kolaborasi dan harmoni dengan orang lain sungguh memprihatinkan. Banyak kan team yang orang-orangnya pada berbakat tapi nggak kompak? Bukan salah mereka juga sih sebenarnya. Mereka itu memposisikan diri sebagai ‘individual contributor’. Sehingga untuk bekerja sebagai sebuah team, butuh kita; pemimpin mereka

Jadi, tidak berlebihan kan jika saya mengatakan bahwa; kualitas suatu unit kerja itu merupakan cerminan dari kualitas pemimpinnya. Jika pemimpinnya jelek, meskipun di unit kerja itu bertaburan para bintang dan kayawan handal; ya akan memble juga kinerjanya. Namun, jika pemimpinnya benar-benar hebat. Maka meski unit kerja itu terdiri dari orang-orang rata-rata pun tetap saja bisa dimobilisasi untuk secara kompak membangun kekuatan team hingga bisa mempersembahkan hasil kerja yang memuaskan.

Dare to invite Dadang to speak for your company? Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Jadi, bagaimana caranya menentukan; apakah Anda sudah menjadi seorang pemimpin yang bagus atau buruk? Buat saya sih gampang saja. Tidak perlu test yang rumit-rumit. Cukup memperhatikan, bagaimana kualitas unit kerja yang Anda pimpin itu. Baik orang-orangnya. Maupun proses kerjanya. Karena tidak diragukan lagi bahwa; kualitas unit kerja itu, merupakan cerminan dari kualitas pemimpinnya. Kualitas kepemimpinan Anda sudah bagus kan? Tidak usah dijawab dengan lidah. Cukup tunjukkan saja dengan kehandalan dan kinerja unit yang Anda pimpin.Team-corycaturescm-300x200
Sumber : http://www.dadangkadarusman.com/2014/02/11/kualitas-unit-kerja-itu-cerminan-pemimpinnya/