Monthly Archives: April 2014

~ Reaktivasi Telkom Speedy ~

Well….Hampir 2 tahun tidak menggunakan jasa telkom (speedy) untuk koneksi internet di rumah, hari ini Sabtu 26 April 2014 sudah mulai on service digunakan di rumah.

Paket komunitas yang ditawarkan oleh salah seorang siswa kelas XII yang sedang menunggu pengumuman kelulusan yang insya Allah 20 Mei 2014 mendatang yang saat ini free lance di Telkom ini sangat bagus koneksinya, dengan biaya langganan yang relatif murah (kurang dari 100 rb perbulan), rasanya worth it untuk digunakan.
Layanan fixed phone sejatinya harus bisa mengemas dengan paket dengan fitur yang lain, seperti CCTV, IPTV, SIP Phone (mungkin tidak terlalu relevan karena sudah ada voice number) atau yang laiinya agar dapat bersaing di era digital, toh 24 jam unlimited sayang jika tidak dimanfaatkan.

Setelah mengamati modem yang berupa pinjaman Telkom, hardwarenya sudah siap. Tinggal servicenya apakah sudah dioptimalkan. Hal ini yang menjadi peluang untuk perusahaan plat merah untuk menjawab kebutuhan yang terintegrasi dan berdaya saing serta ekonomis.
Berikut disajikan capture speedtest yang dilakukan sekitar pukul 13.50 WIB, dimana kecepatan yang didapatkan lebih dari cukup untuk skala SOHO, disamping kestabilan adalah salah satu keunggulan dari fixed service.

Untitled
(Penggunaan online dengan 1 PC, 2 perangkat Blackberry, 2 Laptop dan 1 unit Android), dengan kondisi 1 device melakukan download menggunakan IDM dan perangkat lainnya browsing.

[Dadang Kadarusman (DEKA) ] ~ Melayani Tapi Tidak Dilayani

Kita tidak selalu bisa menikmati hasil dari pekerjaan kita. Misalnya, kalau Anda bekerja sebagai sales mobil; belum tentu Anda bisa menikmati mobil itu kan.

Ah, itu kan karena harganya mahal sekali ya? Tapi saya pernah bertanya pada karyawan hotel;”Mas ini makanan masih banyak. Jadi nanti dibagikan ke karyawan ya?”

Jawabannya; “Tidak Pak. Kalau tidak habis, makanan ini dibuang.” Bahkan makanan sisa pun tidak bisa mereka cicipi.

Jadi ini bukan soal mahal atau murahnya harga produk kita, melainkan kenyataan bahwa kita sendiri tidak selalu bisa menikmati pelayanan yang kita berikan kepada orang lain.

Ada yang lebih ironis lagi. Orang-orang yang menjual produk kesehatan, misalnya. Ketika sakit, mereka tidak bisa mendapatkan obat bagus yang dijualnya.

Lantas, apakah kita mesti mengeluhkannya? Tidak. Percuma aja kan? Bikin hati tambah nyesek aja.

Bagaimana kalau kita menerima hal itu sebagai realitas hidup? Bisa begitu sih. Tapi cepat atau lambat, kita akan jengah juga.

Ada cara lainnya? Ada. Saya menyarankan ini. Setiap kali menjalankan pekerjaan untuk orang lain, katakanlah ini dalam hati Anda;”Ya Allah, untuk setiap pelayanan yang aku berikan bagi orang lain, semoga kelak anak cucuku menikmati pelayanan yang sama baiknya.”

Gantungkanlah harapan kepada Tuhan agar anak-cucu kita kelak memiliki kehidupan yang lebih baik dari kita. Sehingga mereka bisa mendapatkan pelayanan yang saat ini belum bisa kita dapatkan.

Dengan begitu, maka kita mendapat 2 manfaat. Satu, tetep senang melayani orang lain meskipun saat ini kita belum mendapatkan pelayananan yang sama untuk diri kita sendiri.

Dua, kita akan selalu terdorong untuk memberikan pelayanan terbaik karena pelayanan seperti itulah yang kita minta pada Tuhan agar kelak diberikanNya pada anak cucu kita.

Bukankah kita menginginkan kehidupan yang lebih baik buat anak cucu kita? Iyya dong. Mungkin doa itu berguna juga kan. In sya Allah. Aamiin.

Tahun ini kantor Anda mengadakan training kan ya? Berani mengusulkan untuk mengundang DEKA sebagai trainernya? Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Author, Trainer, and Public Speaker
Www.dadangkadarusman.com