Monthly Archives: September 2014

S#66: Kekayaan Versus Kecukupan

S#66: Kekayaan Versus Kecukupan
 
Hore!
Hari Baru, Teman-teman.
 
Para penasihat kemakmuran menyatakan; “Jika Anda tidak memiliki keinginan untuk kaya, maka Anda tidak akan bisa kaya.” Indikasinya bisa dilihat dari doa yang kita panjatkan. Karena doa merupakan manifestasi dari keinginan, maka jika menginginkan sesuatu; kita berdoa kan ya. Dalam doa-doa yang dipanjatkan, biasanya Anda meminta kekayaan, ataukah kecukupan?  Saya lebih sering berdoa meminta kecukupan. Mungkin itu sebabnya sampai saat ini saya belum kaya juga kali ya.
 
Dulu ketika masih remaja, saya ingin sekali kaya. Setelah dewasa, keinginan untuk mendapatkan kecukupan menjadi lebih dominan. Belum jelas benar apa yang menjadi penyebabnya. Sisi idealis bisa dijadikan kambing hitam. Kabarnya, orang idealis itu jarang yang kaya ya? Ah, mungkin kaum idealis yang tidak kaya saja yang bilang begitu kan.
 
Bukan karena idealis kalau saya tidak kaya juga. Namun karena ikhtiar saya berbeda dengan mereka yang berhasil menjadi kaya. Itu jelas sekali. Karena, kalau dari ikhitar ini menghasilkan banyak kekayaan, masak sih bakal ditolak? Ikhitiar kita, dipengaruhi oleh ‘Drive’ atau daya dorong dari dalam diri kita. Jika daya dorongnya kuat, maka orang bakal menempuh jalan seberat dan seterjal apapun untuk mendapatkan kekayaan. Yang memalukan juga tidak soal. Efek sampingnya, cara apapun bisa ditempuh.
 
Orang yang berorientasi pada kecukupan, biasanya drivenya tidak sekuat yang berorientasi pada kekayaan. Begitu merasa cukup, ya sudah nggak ngoyo. Masih sempat milih-milih. Menjauhi sesuatu yang bertentangan dengan nuraninya, meskipun hal itu menjanjikan kekayaan. Efek sampingnya, sering menggunakan kedok ‘kesabaran’ dan ‘kesyukuran’ meskipun dalam ‘kecukupan’ itu sebenarnya merasakan banyak kekurangan.
 
Yang namanya ‘kekurangan’, tidak hanya dirasakan oleh mereka yang tidak kaya loh. Sudah  kaya pun banyak yang terkena sindrom ‘kekurangan’. Sudah serba ada, masih kurang saja rasanya. Ini bagus jika diikuti dengan akhlak positif sehingga akan meningkatkan drive untuk lebih gigih lagi ikhtiarnya. Namun, jadi sangat buruk jika hawa nafsu mendorongnya mengeksplorasi efek samping berupa sifat rakus dan serakah.
 
Kalau boleh melakukan pengakuan, maka saya ingin mengaku bahwa saya sering merasa iri kepada orang kaya yang jujur dan baik hati. Saya juga sering iri kepada orang tidak kaya yang tetap istikomah dengan kejujuran dan pandai mengelola pendapatan hingga bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.
 
Mereka adalah 2 jenis manusia yang dicukupkan Allah. Ketika kaya, mereka merasa berkecukupan sehingga tidak tergoda untuk menghalalkan segala cara demi memuaskan dahaga hedonismenya. Ketika tidak kaya, mereka merasa berkecukupan sehingga tidak tertarik untuk melakukan tindakan tercela demi menutupi kebutuhan hidupnya.
 
Saya, ingin menjadi pribadi yang berkecukupan seperti mereka. Terlepas dari apakah kelak saya menjadi orang kaya, atau menjadi orang yang tidak kaya. Selama Allah memampukan saya untuk menjadi orang berkecukupan, maka dunia; tidak akan lagi perlu dikhawatirkan.
 
Meeting tahunan dikantor Anda bisa dilengkapi dengan training 2 jam. Hubungi saya di 081219899737 untuk mendiskusikannya.
 
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman 5 September 2014
Author, Trainer, and Professional Public Speaker
DK: 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D
 
Catatan kaki:
Kecukupan lebih penting daripada kekayaan. Karena kekayaan hanya bisa menjadi baik bagi orang yang merasa cukup. Dan kekurangan, tidak akan menyakiti orang-orang yang memiliki kecukupan. Jadi, kaya dan tidak kaya tidak lagi penting selama kita memiliki kecukupan.  
 
Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “S (=Spiritualism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/
 
Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).
 
Pesan sponsor: Berikan training yang layak kepada karyawan di perusahaan Anda. Jika Anda temukan training provider yang bagus, silakan panggil yang Anda kenal. Tapi, kenapa cari yang lain lagi? Kan ada saya. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327. Saya punya banyak topik Leadership dan Pengembangan diri yang bisa di tailor-made. Call me at 0812 198 99 737 or Ms. Vivi 0812 1040 3327.