Monthly Archives: August 2015

Hedonic Treadmill

Saya menemukan artikel cukup bagus untuk dibaca, isu tentang hidup yang semakin hedonis.

Hedonic Treadmill

Pertanyaan: Kenapa makin tinggi income seseorang, ternyata makin menurunkan peran uang dalam membentuk kebahagiaan? Kajian-kajian dalam ilmu financial psychology menemukan jawabannya, yg kemudian dikenal dengan nama: “hedonic treadmill”.

Gampangnya, hedonic treadmill ini adl seperti ini : saat gajimu 5 juta, semuanya habis. Saat gajimu naik 30 juta per bulan, eh semua habis juga.Kenapa begitu? Krn ekspektasi n gaya hidupmu pasti ikut naik, sejalan dg kenaikan penghasilanmu.Dengan kata lain, nafsumu utk membeli materi/barang mewah akan terus meningkat sejalan dg peningkatan income-mu. Itulah kenapa disebut hedonic treadmill: seperti berjalan diatas treadmill, kebahagiaanmu tidak maju-maju !

Nafsu materi tidak akan pernah terpuaskan.
Saat income 10 juta/bulan, mau naik Avanza. Saat income 50 juta/bulan pengen berubah naik Alphard. Itu salah satu contoh sempurna tentang jebakan hedonic treadmill.

Hedonic treadmill membuat ekspektasimu akan materi terus meningkat. Itulah kenapa kebahagiaanmu stagnan, meski income makin tinggi.
Ada eksperimen menarik: seorang pemenang undian berhadiah senilai Rp 5 milyar dilacak kebahagiaannya 6 bulan setelah ia mendapat hadiah.Apa yang terjadi? 6 bulan setelah menang hadiah 5 milyar, level kebahagaiaan orang itu SAMA dengan sebelum ia menang undian berhadiah.Itulah efek hedonic treadmill.

Jadi apa yang harus dilakukan agar kita terhindar dari jebakan hedonic treadmill?
Lolos dari jebakan nafsu materi yg tidak pernah berujung ?

Terapkan lah gaya hidup yg bersahaja ! sekeping gaya hidup yg tidak silau dengan gemerlap kemewahan materi.
Mengubah orientasi hidup ! makin banyak berbagi , semakin banyak memberi kepada orang lain, teruji justru semakin membahagiakan… Bukan -lah banyak mengumpulkan materi yg membuat kebahagiaanmu terpuaskan !
When enough is enough.

Kebahagiaan itu kadang sederhana : misal masih bisa menikmati secangkir kopi panas, memeluk anggota keluarga yg sehat, tersenyum memulai hari hari, menyapa dan mengasih tip ke tukang sampah, lanjut membaca “makanan” spiritual sepanjang perjalanan menuju tempat tugas berbakti utk bangsa dan agama, maka betapa indahnya hidup ini !
Selamat menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya kawan.

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu)” (QS al-Takâtsur [102]: 1-3)

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia semakin kikir.” (QS al-Mârij [70]: 19-21).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kekayaan itu bukanlah lantaran banyak harta bendanya, akan tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kebahagiaan jiwa.” (HR al-Bukhari).

Semoga bermanfaat…

(Dicopi dari dari group Forum MSUTQ Gresik, dari kiriman Abu Ghozi….)

Ayat-ayat Perlipur Lara

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Sekian lama saya tidak menulis di blog/site ini rasanya pada dini hari saya terbangun dan sungguh ingin berbagi kalau tidak dikatakan dakwah yang baik bagi kita sebagai manusia yang dhoif (lemah).

Dalam Al-Qur’an terdapat Ayat yang relevan untuk dibaca dan direnungi apabila terdapat kejadian yang membuat kita ingin bertanya-tanya mengapa itu terjadi, mengapa ini terjadi.

Baiklah perhatikan terjemahan Surah 57 Al-Hadid dalam terjemahannya pada ayat 22-23

22. Setiap bencana yang menimpa di Bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.

23. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.

Inti sari ayat ini mengingatkan kepada kita bahwa agar tidak perlu larut dalam kesedihan yang mendalam apabila tertimpa musibah. Karena bagaimanapun setiap musibah yang dengan sekuat tenaga dihindarkan jika harus terjadi karena sudah tertulis dalam ketentuan Allah maka kita tidak dapat menghindarinya. Cukuplah kita berserah diri setelah melakukan usaha terbaik menghindari keburukan dalam dunia namun ternyata dalam berbagai sisi musibah akan selalu mengintai sebagai tanda kekuasan-Nya.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

 

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Awal Agustus 2015