Pandangan saya tentang Kebebasan Berpendapat Hari ini

Well,…

Saya hitung sudah cukup lama juga absen menulis di blog pribadi ini.

Dalam kesempatan ini saya ingin sharing tentang bagaimana cara pandang saya mengenai fenomena kebebasan berpendapat hari ini.

Saat ini telah terbit surat edaran tentang bagaimana berkomunikasi yang baik dalam media internet. Terkait dengan Undang-undang ITE 2008 saya pernah mengikuti sosialisasi pada tahun tersebut saat dikirim perusahaan mengikuti pelatihan tentang IT Security dan satu diantaranya adalah tentang Undang-undang ITE 2008 tersebut yang baru saja disahkan.

Menurut saya, dalam menerapkan Undang-undang ini tidak cukup mudah, tentu saja…karena pelaku biasanya menggunakan akun anonim sehingga diperlukan waktu melacaknya. Akan tetapi sangat disayangkan masih saja orang yang dengan mudahnya berkomentar tidak menggunakan adat ketimuran yaitu kesopan santunan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Menurut hemat saya, peran informasi global mendorong perubahan cara orang berkomunikasi dan mengamati di sekitarnya bagaimana berkomunikasi hari ini. Media sosial dengan mudah ditemukan dan begitu masifnya dipertontonkan di muka publik. Saya setuju sebagai bangsa Indonesia yang berbudi pekerti luhur hendaknya kesantunan bangsa Indonesia dikedepankan, tetapi saya juga harus adil menanggapi bahwa dalam menegakkan hukum ini hendaknya tidak tebang pilih, dan harus dengan tegas dilaksanakan, sebab sebuah peraturan ketika dilanggar dan tidak ditegakkan kepada sekelompok orang, saya meyakini timbulnya apatisme dalam masyarakat, dan kritik yang disampaikan hendaknya diterima dengan baik, apabila perlu dievaluasi. Terkadang kritik itu timbul karena memang ada sesuatu yang salah, dan ketika kritik tidak digubris menyangkut kepentingan orang banyak maka akan timbul level kritik yang akan semakin pedas bahkan cenderung kasar bahkan brutal.

Marilah antara kritikus dan yang menjadi objek bekerja sama yang santun, sehingga tercapai sebuah kesepakatan bagaimana berkomunikasi yang baik tanpa bermaksud mencari-cari kesalahan atau berlindung dibalik undang-undang.

Awal November 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *