WHY Anak Buah Melakukan Kesalahan?

WHY Anak Buah Melakukan Kesalahan?


Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Salah satu penyebab rendahnya kinerja atasan adalah terjadinya kesalahan anak buah. Logis, karena anak buah yang melakukan kesalahan menimbulkan masalah yang akhirnya mempengaruhi aspek atau fungsi-fungsi lain dalam unit kerja itu. Kinerja atasan pun jadi terganggu. Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Salahin saja anak buah.

“Nggak salah sih kalau menyalahkan yang salah. Kalau anak buah yang salah, ya salahin aja dia. Kan dia yang salah.”

Logis ya cara berpikir seperti itu? Iya. Logis banget. Dan akan lebih logis lagi kalau dilanjutkan dengan pertanyaan;”WHY anak buah saya melakukan kesalahan?”

Setiap atasan penting memiliki kebiasaan untuk bertanya seperti itu. Manfaatnya banyak. Pertama, terhindar dari sikap lempar tanggungjawab. Anda mungkin tidak bermaksud blaming alias nyalahin anak buah. Saya percaya itu.

Namun kesalahan anak buah yang tidak dicari dan diselesaikan akar masalahnya akan membuat kejadian itu berulang. Dan Anda kembali menyalahkan mereka. Sehingga dimata anak buah, Anda adalah atasan yang bisanya cuman nyalahin orang lain. Merusak reputasi Anda juga kan akhirnya.

Kedua, jika tidak paham WHY anak buah melakukan kesalahan, maka hal itu bakal berulang lagi, dan lagi. Kita tidak ingin unit yang kita pimpin ini berkinerja buruk karena kesalahan yang sama kan? Jadi, kalau anak buah salah; dicari WHY-nya. Bukan sekedar menunjuk hidungnya.

Ketiga, kalau sudah tahu WHY-nya, kita bisa mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasinya. Mungkin tidak harus Anda yang menyelesaikannya. Namun, Anda bisa mengarahkan anak buah cara mengatasi masalah itu.

Ingin mengundang DeKa untuk bicara di Perusahaan Anda? Hubungi Dadang di 0812 19899 737 atau Ms. Vivi at 0812 1040 3327

Kalau masalah itu tidak bisa selesai dilevel anak buah, maka atasannya mesti turun tangan kan? Eh, atasannya kan Anda ya? Jadi suka atau tidak, sebagai seorang atasan Andalah yang bertanggungjawab atas kualitas dan kinerja anak buah. Bukankah itu fungsi seorang atasan?

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 10 Februari 2015
Author, Trainer, and Professional Public Speaker
DK: 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D

Catatan kaki:
Cara paling gampang menyelesaikan masalah bagi seorang pimpin adalah menimpakan kesalahan itu kepada anak buahnya. Namun, itu bukan cara yang benar. Sebab seorang atasan, turut bertanggungjawab terhadap kesalahan yang terjadi didalam unit kerjanya.

 

Sumber : http://www.dadangkadarusman.com/2015/02/10/why-anak-buah-melakukan-kesalahan/

Menghilangkan Pop Up Mifi Sierra Wireless AirCard 753S Mobile Hotspot – 42 Mbps DC-HSPA

UntitledAgar tampilannya bersih seperti ini, cukup import konfigurasi berikut … RAMUAN YUDI export_ULTIMATE_SIERA_MIFI

jika diteliti ada konfigurasi yang kurang.

Penampakannya sebagai berikut :

oke

Ingin menambah jumlah maksimal client (default 5) ?

depoke

P#175: The Rise Of Manusia Sampah

P#175: The Rise Of Manusia Sampah
 
Hore!
Hari Baru, Teman-teman.
 
Sampah. Kosa kata yang berkonotasi kotor dan rendah. Punya pengertian harfiah. Dan makna kiasan. Secara harfiah, sampah ya sampah. Sisa yang mesti dibuang. Bahkan organ pencernaan kita pun menyisakan sampah. Lalu dibuang, supaya tubuh tetap sehat.
 
Secara kiasan, sampah menunjukkan betapa hinanya seseorang. Maka jika ada manusia sampah, itu bisa bermakna sebenarnya. Bisa berarti kiasan. Bisa juga kedua-duanya sekalian.
 
Setiap pagi di jalur perlintasan harian saya melewati beberapa tumpukkan sampah. Hanya perlu satu orang untuk memulai tumpukan itu. Dia, membungkus sampah dari rumah dengan kantong plastik. Rapi sekali.
 
Lalu dia mengaitkan kantong berisi sampah itu dimotornya. Kemudian, dia berangkat ke kantor. Di perjalanan, dia melihat ada tanah kosong dipinggir jalan. Pertama dia celingak-celinguk. Kedua melemparkan bungkusan. Ketiga, buru-buru meneruskan perjalanan.
 
Besoknya, dia melakukan hal yang sama. Dan perilaku buruknya dilihat oleh orang lain. Orang yang melihatnya jadi tahu bagaimana mengatasi masalah sampah. Maka keesokan harinya sudah ada 2 manusia sampah.
 
Lalu ada 2 orang lain lagi yang melihatnya. Manusia sampah pun menjadi 4 orang. Besoknya sudah ada 8 manusia sampah. Sekarang, bahkan ada yang mengendarai mobil. Berikutnya, manusia sampah sudah 16 jumlahnya. Sampah pun menggunung sudah.
 
Sampah tidak selalu berupa benda fisik. Seringnya hanya berupa kata-kata saja. Manusia sampahnya tidak melemparkan bungkusan. Namun melontarkan kata-kata tak berguna. Bayangkan jika kita membiarkan telinga mendengar kata-kata sampah mereka. Maka jiwa kita, akan ditutupi tumpukan sampah pula.
 
Orang yang punya tanah marah. Namun manusia sampah itu tak hirau. Walau sudah berulangkali dihalau. Manusia sampah, tetap betah dengan perilaku sampahnya. Sang pemilik tanah paham bahwa marah-marahnya jadi percumah. Kemudian dia membangun benteng tinggi. Sehingga membuang sampah kedalamnya kini tidak mungkin lagi. Maka manusia sampah pun pada pergi. Mungkin mencari lahan lain yang tidak dilindungi.
 
Jiwa kita, jika tidak dijaga; bakal dibanjiri sampah. Dari orang-orang yang melintas dijalan hidup kita. Via bbm, lewat facebook, melalui email, dikantor, dikafe, dimana saja. Mereka melemparkan sampahnya. Dan karena tidak dijaga, sampah itu menumpuk dijiwa kita.
 
Lahan jiwa ini mesti kita pagari. Dijaga dengan gigih. Agar sampah dari manusia sampah tidak menodai. Agar hati dan pikiran kita tetap bening. Bersih. Lagi murni.
 
Masalahnya adalah, banyak tumpukan sampah dibuat bukan oleh manusia sampah yang mengembara. Sang pemilik tanah sendirilah yang menjadi manusia sampahnya. Ketika ada orang yang mengingatkan dirinya, dia pun menjawab;”Ini tanah saya sendiri. Suka-suka saya kalau mau membuang sampah disini….”
 
Bayangkan jika kita sendirilah yang mengotori jiwa ini. Dengan sikap yang buruk. Dengan kata-kata yang busuk. Dengan perilaku terkutuk. Dan ketika ada orang yang menasihati, kita bilang;”Nggak usah ikut campur. Ini urusanku sendiri.” Tentu cepat atau lambat, jiwa kita akan diliputi tumpukan sampah. Dan kita, menjadi manusia sampah.
 
Bukan tidak boleh membuang sampah. Namun mesti pada tempatnya. Baik sampah sebenarnya, maupun sampah kiasannya. “Kebersihan itu sebagian dari iman,” demikian nasihat Rasulullah. Dan “Sungguh beruntung orang yang membersihkan jiwanya,” demikian firman Allah.
 
Jadi, barangsiapa membuang sampah sembarangan; maka dia telah melanggar ajaran Rasulullah. Dia telah mengingkari firman Allah. Dan dia, telah menjadikan dirinya manusia sampah.
 
Tapi kan sebagai manusia kita ada khilaf dan salah. Dan kita juga tidak selalu bisa menghindari interaksi dengan manusia sampah. Iyya. Makanya, kita perlu terus membersihkan diri. Berteman dengan orang-orang baik. Dan sesekali, mengikuti pelatihan yang baik. Jika kantor Anda membutuhkan bantuan, silakan hubungi saya.
 
Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman 29 Oktober 2014
Author, Trainer, and Professional Public Speaker
DK: 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D
 
Catatan kaki:
Kalau orang lain membuang sampah dilahan kita, bisa kita larang dia. Tapi kalau kita sendiri yang membuang sampah itu, siapa yang bisa menghalangi? Kalau orang lain melontarkan hal-hal kotor kedalam jiwa kita, bisa kita halau dia. Tapi kalau kita sendiri yang mengotorinya, siapa yang bisa menghalangi?
 
Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personal Development)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/
 
Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).
Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Perlu Training 2 Jam Di Kantor Anda
Call DeKa @ 0812 19899 737 or
Ms. Vivi @ 0812 1040 3327